# selamat datang di situs masjid istiqamah # ... salurkan Infak dan wakaf anda untuk pembangunan masjid Istiqamah melalui BRI cab Solok, rekening 0091-01-010424-53-4 AN Ibuk Nur Aini

27 Februari 2015

Pemberitahuan


BERSAMA INI KAMI HIMBAU DAN KAMI BERITAHUKAN KEPADA WARGA SAWAH PASIR KHUSUSNYA YANG BERADA ATAU TINGGAL DISEKITAR MASJID ISTIQAMAH. BAHWA MASJID ADALAH SATU SATUNYA TEMPAT YANG PALING MULIA DAN DIMULIAKAN OLEH ALLAH DI MUKA BUMI INI. DAN MASJID KITA INI ADALAH ASET PALING BERHARGA MILIK KAMPUNG KITA. UNTUK ITU DEMI MENJAGA KEBERSIHAN, KEINDAHAN SERTA KEAGUNGAN MASJID KAMI MOHON KEPADA KITA SEMUA UNTUK :
1.       SAMA SAMA MENJAGA KEBERSIHAN, KEINDAHAN SERTA KEAMANAN MASJID DEMI KENYAMANAN KITA DALAM BERIBADAH
2.       TIDAK MENJEMUR PADI ATAU APAPUN DIHALAMAN MASJID
3.       TIDAK MENJEMUR PAKAIAN, TIKAR, KASUR DLL DIPAGAR MASJID
4.       TIDAK MENAMBATKAN HEWAN PELIHARAAN DI PAGAR MASJID
5.       TIDAK MENJADIKAN HALAMAN MASJID SEBAGAI TEMPAT BERMAIN SEPERTI MAIN BOLA,  BERSEPEDA DAN LAINNYA
6.       KHUSUS KEPADA KAUM IBU/WANITA AGAR TIDAK MEMAKAI TEMPAT WUDHU MASJID PADA WAKTU SHALAT JUM’AT
7.       DAN LAIN LAIN YANG DIRASA PERLU UNTUK KEMASLAHATAN KITA BERSAMA

DEMIKIANLAH HIMBAUAN INI KAMI SAMPAIKAN KEPADA KITA SEMUA AGAR DAPAT DIMAKLUMI. ATAS KESADARANNYA DALAM MEMATUHI HIMBAUAN INI KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH.

                                                                         PENGURUS MASJID TERTANDA: 
                                                                                              KETUA

                                                                               ( SAHIR DT PITO AREK )

17 Februari 2015

Keutamaan Masjid dari tempat lainnya

Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. Di sanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah, memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata. Dari sanalah titik pangkal penyebaran tauhid. Allah telah memuliakan masjid-masjid-Nya dengan tauhid. Allah taala berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". (QS. Al Jin: 18)
Tidak ada tempat yang lebih baik dari pada masjid Allah di muka bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tempat yang paling dicintai oleh Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya." (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika pernah ditanya, "Tempat apakah yang paling baik, dan tempat apakah yang paling buruk?" Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, "Aku tidak mengetahuinya, dan Aku bertanya kepada Jibril tentang pertanyaan tadi, dia pun tidak mengetahuinya. Dan Aku bertanya kepada Mikail dan diapun menjawab: Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar". (Shohih Ibnu Hibban)
Masjid adalah pasar akhirat, tempat bertransaksinya seorang hamba dengan Allah. Di mana Allah telah menawarkan balasan surga dan berbagai kenikmatan di dalamnya bagi mereka yang sukses dalam transaksinya dengan Allah.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan,"Masjid adalah rumah Allah di muka bumi, yang akan menyinari para penduduk langit, sebagaimana bintang-bintang di langit yang menyinari penduduk bumi"
Orang yang membangun masjid, ikhlas karena mengharap ganjaran dari Allah taala akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang membangun suatu masjid, ikhlas karena mengharap wajah Allah taala, maka Allah taala akan membangunkan rumah yang semisal di dalam surga." (Muttafaqunalaihi)
Masjid dan Dakwah Islam
Dahulu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak berjihad, berperang melawan orang-orang kafir, sebelum beliau menyerang suatu negeri, beliau mencari apakah ada kumandang suara adzan dari negeri tersebut atau tidak. Apabila beliau mendegar adzan maka beliau tidak jadi menyerang, namun bila tidak mendengar maka beliau akan menyerang negeri tersebut. (Muttafaqun alaihi)
Hal ini menunjukkan bahwa syiar-syiar agama yang nampak dari masjid-masjid kaum muslimin merupakan pembeda manakah negeri kaum muslimin dan manakah negeri orang-orang kafir. Adanya masjid dan makmurnya masjid tersebut dengan berbagai syiar agama Islam, semisal adzan, sholat jamaah dan syiar lainnya, merupakan ciri bahwa negeri tersebut begeri kaum muslimin. (Lihat ‘Imaratul Masajid, Abdul Aziz Abdullah Al Humaidi, soft copy hal. 4)
Memakmurkan Masjid
Di antara ibadah yang sangat agung kepada Allah taala adalah memakmurkan masjid Allah, yaitu dengan cara mengisinya dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bentuk memakmurkan masjid bisa pemakmuran secara lahir maupun batin. Secara batin, yaitu memakmurkan masjid dengan sholat jamaah, tilawah Al quran, dzikir yang syari, belajar dan mengajarkan ilmu agama, kajian-kajian ilmu dan berbagai ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sedangkan pemakmuran masjid secara lahiriah, adalah menjaga fisik dan bangunan masjid, sehingga terhindar dari kotoran dan gangguan lainnya. Sebagaimana diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan manusia untuk mendirikan bangunan masjid di perkampungan, kemudian memerintahkan untuk dibersihkan dan diberi wangi-wangian. (Shohih Ibnu Hibban, Syuaib Al Arnauth mengatakan sanad hadits tersebut shahih sesuai syarat Bukhari)
Sholat Berjamaah di Masjid
Salah satu syiar agama Islam yang sangat nampak dari adanya masjid Allah, adalah ditegakkannya sholat lima waktu di dalamnya. Ini pun merupakan salah satu cara memakmurkan masjid Allah taala. Syariat Islam telah menjanjikan pahala yang berlipat bagi mereka yang menghadiri sholat jamaah di masjid. Di sisi lain syariat memberikan ancaman yang sangat keras bagi orang yang berpaling dari seruan sholat berjamaah.
Suatu ketika, tatkala tiba waktu sholat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkeinginan meminta seseorang untuk mengimami manusia, kemudian beliau pergi bersama beberapa orang dengan membawa kayu bakar. Beliau berkeinginan membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri sholat jamaah. Hal ini menunjukkan bahwa sholat jamaah di masjid adalah wajib, karena ada hukuman bagi mereka yang meninggalkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Shalat seseorang (di masjid dengan berjamaah) itu dilebihkan dengan 25 derajat dari shalat yang dikerjakan di rumah dan di pasar. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu mendatangi masjid, tak ada keinginan yang lain kecuali untuk shalat, maka tidaklah ia melangkah dengan satu langkah pun kecuali Allah mengangkatnya satu derajat, dan terhapus darinya satu kesalahan..." (Muttafaqun ‘alaihi, dari shahabat Abu Hurairah)
‘Abdullah bin Masud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, "Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak dalam keadaan muslim, maka hendaklah dia menjaga sholat lima waktu tatkala dia diseru (dengan adzan). Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sebuah sunnah yang agung, dan sholat berjamaah adalah di antara sunnah tersebut. Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang belakangan, maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka sungguh kalian telah berada dalam kesesatan." (HR. Muslim)
Setelah nampak di hadapan kita khabar tentang pahala bagi orang yang menghadiri sholat jamaah di masjid, dan ancaman bagi orang yang tidak menghadirinya, lantas masih adakah rasa berat di dalam hati kita untuk melangkah memenuhi seruan adzan? Allahul Muwaffiq.
Keutamaan Orang-orang yang Perhatian terhadap Masjid
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, bahwa kelak di hari kiamat ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah taala. Salah seorang di antaranya adalah para pecinta masjid. "Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah, tatkala tidak ada naungan selain naungan-Nya... Seseorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid..." (Muttafaqun ‘alaihi).
Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan makna hadits tersebut, "Hadits ini menunjukkan bahwa orang tersebut hatinya senantiasa terkait dengan masjid meskipun jasadnya terpisah darinya. Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa keterkaitan hati seseorang dengan masjid, disebabkan saking cintanya dirinya dengan masjid Allah taala". (Lihat Fathul Bari)
Lalai dengan Pemakmuran Masjid
Banyak di antara kaum muslimin, sangat semangat dalam mendirikan dan membangun masjid. Mereka berlomba-lomba menyumbangkan banyak harta untuk mendirikan bangunan masjid di berbagai tempat, setelah masjid berdiri pun tidak lupa untuk menghiasnya dengan hiasan yang bermegah-megahan. Namun setelah bangunan beserta hiasan berdiri tegak, justru mereka tidak memanfaatkan masjid tersebut untuk solat jamaah dan ibadah lainnya. Mereka sangka sumbang sih mereka dengan harta dan modal dunia tersebut sudah mencukupinya.
Saudaraku, memakmurkan masjid tidak semata-mata makmur secara fisik, memakmurkan masjid yang hakiki adalah dengan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan sholat jamaah, tilawah Al quran, pengajian-pengajian ilmiah dan lain sebagainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bahwa hal yang demikian merupakan salah satu tanda datangnya hari kiamat, "Tidaklah tegak hari kiamat sampai ada manusia yang bermegah-megahan dalam membangun masjid" (HR. Abu Dawud, dinilai shohih oleh Syaikh Al Albani)
Imam Al Bukhari rahimahullahu berkata dalam kitab shahihnya, Anas berkata, "Orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid, mereka tidak memakmurkan masjid tersebut melainkan hanya sedikit. Maka yang dimaksud dengan bermegah-megahan ialah bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya".
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata , "Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasi masjid sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat ibadah mereka". (HR. Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Bunyanil Masajid)
Renungkanlah, Back to basic!
Terlampau banyak penjelasan yang memaparkan keutamaan masjid sebagai benteng utama kekuatan kaum muslimin. Telah terbukti secara nash dan realita. Perjalanan hidup para pendahulu kita telah membuktikannya. Bukankah seluruh para ulama yang membawa perbaikan terhadap agama Islam adalah para pecinta masjid. Imam Malik rahimahullahu mengatakan, "Tidak akan pernah baik generasi akhir umat ini kecuali dengan perkara-perkara yang dengannya telah menjadi baik generasi awal umat Islam (yaitu generasi sahabat)"
Maka apabila kita menghendaki kejayaan dan kemenangan kaum muslimin, maka hendaklah kita menempuh jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat beliau radhiyallahu ‘anhum, yang mereka senantiasa perhatian terhadap masjid-masjid mereka, memakmurkan masjid-masjid Allah dengan ketaatan kepada-Nya. Mulialah dari masjid kita membangun umat ini, DARI MASJID KITA AKAN BANGKIT. Allahu Alaam bish showab. [Hanif Nur Fauzi]
http://buletin.muslim.or.id

16 Februari 2015

Tata cara sholat Jum'at di Masjid Istiqomah


1.     Setelah masuk waktu dzuhur, Muroqi (pemandu) mengumandangkan Adzan, dan sebelum adzan muroqi membaca:

اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ, يآاَيُّهَا الَذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

2.     Dilanjutkan dengan mengerjakan shalat sunah Qabliyah Jum’at. Niatnya:

اُصَلِّى سُنَّةَ اْلجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat shalat sunah Qabliyah Jum’at dua rakaat karena Allah”.


3.     Setelah selesai melaksanakan shalat sunah Qabiyah Jum’at, muroqi berdiri sambil memegang tongkat dan membaca:

مَعَشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ للهْ ,رُوِيَ عَنْ اَبِىْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا قُلْتَ لِصَاخِبِكَ اَنْصِتْ ! وَاْلاِمَامُ يَحْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتُ ,وَمَنْ لَغَىْ فَلَا جُمْعَةَ لَهُ رَوَاهُ الْبُخَارِىْ وَمُسْلِمْ " أَنْصِتُوْا وَسْمَعُوْأ وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ...٣

bacaan lainnya :
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُوْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
اِنَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدُ اْلأَيَّامِ، وَحِجُّ الْفُقَرَاءِ، وَعِيْدُ الْمَسَاكِيْنَ. اَلْخُطْبَتَانِ فِيْهَا مَقَامُ رَكْعَتِيْنِ مِنَ الْفَرْضِ. فَاِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ، فَلاَ يَتَكَلَّمَنِّ اَحَدُكُمْ، وَمَنْ يَتَكَلَّمُ فَقَدْ لَغَا، وَمَنْ لَغَا فَلاَ جُمْعَةَ لَهُ.

أَنْصِتُوْا وَاَسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ... ٣
اَنْصِتُوْا وَاَسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا جَمِيْعًا رَحِمَكُمُ اللهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ...


Lalu Khatib mengambil tongkat dari muroqi dan naik mimbar, kemudian muroqi melanjutkan membaca do’a yang di amini oleh jama’ah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍفئ اْلاَوَّلِيْنَ وَاْلاَخِرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى قُلِّ صَحَابةِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ.. اَللّهُمَّ قَوِّى اْلاِسْلَامِ...٣ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَيَسِّرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ وَا خْتِمْ لَنَا مِنْكَ  بِالْخَيْر, وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

4.     Khotib menyampaikan salam kepada jama’ah dan dijawab salam tersebut oleh jama’ah

5.     Kemudian Muroqi mengumandangkan Adzan yang kedua

6.  Khotib membaca teks khutbahnya sementara jama’ah mendengarkan dan memahaminya dengan tidak mengatakan sesuatu (bisa mengakibatkan gugurnya pahala jum’at).

7.  Khotib memuwalatkan dua rukun khutbah dan mengakhiri khutbah pertama dengan kalimat:

فاَسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Lalu khatib duduk diantara dua khutbah sementara muroqi membaca shalawat:

أَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ الْعِبَادِكَ،سَيِّدِ الْعَرَابِى وَالْعَجَامِ، وَالإِمَامُ طَيِّبَةَ وَالْكَرَام، سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ عَنْ كُلِّ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ

8.  Khotib berdiri kembali untuk membaca teks khutbah kedua dan jamaah mendengarkan secara khusyu.

9.  Selesai khutbah yang kedua (tanpa diakhiri ucapan salam), khotib kembali ke tempat semula (barisan jama’ah) yang di iringi bacaan Iqamah oleh muroqi,

10.  Dilanjutkan dengan shalat Jum’at berjama’ah. Niat shalat jum’at adalah:

اُصَلِّ فَرْضَ اْلجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْماً/ اِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالىَ
Artinya: “Aku niat shalat Jum’at dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah”

Kiblat Masjid Istiqomah Sebuah keajaiban

Setelah melakukan pengamatan langsung dilapangan selama beberapa hari mulai dari tanggal 26 sampai 30 mai kemaren, dapat kami simpulkan bahwa masjid kita insya allah berada pada posisi yang sangat tepat dengan arah kiblat, berdasarkan pengamatan kita dilapangan bersama dengan beberapa orang pengurus masjid, yaitu dengan mengamati posisi matahari pada jam 16.20 wib. sebagaimana kita ketahui posisi matahari pada waktu tersebut tepat berada diatas ka'bah, hal ini bisa kita manfaatkan untuk menentukan arah kiblat dengan cara melihat langsung posisi matahari atau mengikuti bayangan benda tegak lurus yang mengarah ke matahari, kami telah melakukan pengamatan mulai tanggal 26 mai, namun karna cuaca yang kurang mendukung maka pengamatan terus kami lakukan sampai menemukan kepastian pada tanggal 29 mai 2014. sungguh merupakan sebuah keajaiban dan tentunya kebanggaan bagi kita karna masjid kita yang sangat sederhana ini berada pada posisi yang sangat tepat dengan arah kiblat, kita patut bangga dengan usaha dan perjuangan para pendiri masjid kita terdahulu yang dulunya adalah sebuah mushalla, karna meski tanpa peralatan modern untuk menentukan arah kiblat dengan izin dan petunjuk Allah mereka bisa melakukannya dengan sangat akurat. mudah mudahan ini merupakan sebuah pertanda baik bagi kita, Insya Allah. Berikut kami sertakan beberapa dokumentasi yang kami ambil langsung dari halaman masjid.


Terlihat jelas posisi matahari berada tepat searah dengan kiblat masjid





 Bayangan benda tegak lurus tepat searah dengan dinding luar masjid



 Wallahu a'lam bishowab.





Momen yang tepat untuk mengoreksi arah kiblat, 28 Mei dan 16 Juli 2014

Arah kiblat merupakan hal yang terpenting bagi umat Islam karena merupakan salah satu bagian dari penyempurnaan ibadah, salahsatunya shalat. Kiblat umat Islam terletak di Masjidil Haram, kota Mekah. Indonesia merupakan salahsatu daerah yang sangat jauh dari arah kiblat. Maka sulit untuk mencari letak Masjidil Haram (baca : arah kiblat) dengan tepat. Bahkan berbeda kesalahan 1⁰ saja dari arah kiblat, maka sudah sejauh 111 km dari kesalahan menghadap arah kiblat.
Kesalahan persepsi yang terjadi pada masyarakat adalah menganggap arah kiblat di Indonesia adalah arah Barat. Tentunya, pernyataan ini kurang tepat. Kalau kita melihat peta dunia, bagian sebelah Barat dari Indonesia adalah negara-negara Afrika. Seperti Tanzania, Kenya, Somalia, dan Etiopia dimana jarak negara-negara tersebut dengan Masjidil Haram adalah ribuan kilometer.
Permasalahan yang muncul adalah, “Sudah tepatkah arah kiblat pada sebuah Masjid/Mushola di Indonesia?” Berdasarkan penelitian dari berbagai sumber, ternyata banyak Masjid yang tidak tepat dengan arah kiblat. Bukan hanya 1 atau 2 Masjid, tetapi hampir 50% bahkan lebih dari itu.
Alhamdulillah, Allah telah memberi petunjuk dengan ilmu-Nya. Terdapat dua waktu yang sangat tepat untuk mengoreksi arah kiblat dengan tepat. Dua waktu tersebut adalah tanggal 28 Mei sekitar pukul 16:18 WIB dan pada tanggal 16 Juli sekitar pukul 16:27 WIB.
Berdasarkan perhitungan astronomi mengenai deklinasi matahari, pada dua waktu tersebut akan terjadi posisi matahari yang tepat berada di atas kota Mekah. Artinya, di mana pun kita berada, pada dua waktu tersebut setiap bayangan di belahan bumi manapun akan menghadap ke arah kota Mekah yang di dalamnya terdapat Masjidil Haram. Hal ini sangat bisa dimanfaatkan bagi yang ingin mengoreksi arah kiblatnya.
Cara untuk menentukan arah kiblat pada tanggal 28 Mei atau 16 Juli

Sebuah tongkat diberdirikan secara tegak lurus di area yang terkena sinar Matahari. Bayangan akan jatuh ke arah yang berlawanan dengan sumber cahaya (matahari). Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah (tepatnya kota Mekah), sehingga kebalikan arah bayangan merupakan arah kiblat.  Tempat lain di permukaan bumi yang saat itu masih pagi atau sore, bayangan matahari akan menjauhi arah Ka’bah (karena matahari di atas Ka’bah).

Hal ini dapat dipahami dari ilustrasi berikut :
 Arah Bayangan Matahari ketika Tegak lurus dengan Ka'bah (sumber : Rukyatulhilal.org)

Penentuan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari pada 28 Mei (sumber : geasy.wordpress.com)

Kita masih bisa menggunakan metode ini dalam batas toleransi 2 hari (sebelum dan sesudah hari yang ditentukan , yaitu tanggal 27-29 Mei) serta kurang lebih 5 menit sebelum dan sesudah  waktu  yang ditentukan.

Wallaahu A'lam.

Menjadi pribadi yang bermanfaat

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini keletihan yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga..Insya Allah.

Proposal renovasi tempat wudhu'

PANITIA PEMBANGUNAN
MASJID ISTIQOMAH, SAWAH PASIR, SELAYO
               
No.      : 002/PP-MIA/III/2015              
Lamp   : 1 berkas Proposal
Hal       : Permohonan bantuan dana

Kepada Yth.

............................................

Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, berkah dan hidayah-Nya serta memberikan ridho dan rizki-Nya. Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,  para sahabat dan orang  orang yang mengikuti hingga akhir jaman. Amin.
Bersama surat ini kami beritahukan bahwa Masjid Istiqomah Sawah pasir, bermaksud akan merenovasi tempat wudhu, untuk itu kami mohon kesediaannya untuk memberikan bantuan dalam pelaksanaan kegiatan renovasi tersebut. Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan proposal secara lengkap.
Demikian, atas perhatian dan bantuan yang diberikan diucapkan banyak terima kasih, dan semoga Allah SWT menetapkan sebagai amal kebaikan. Amiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Muqaddimah

Masjid dengan umat Muslim merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kemakmuran masjid dengan aktivitas ibadah kepada Allah SWT maupun mempererat ukhuwah Islamiyah merupakan suatu ciri keberhasilan umat Muslim. Masjid Istiqomah Sawah pasir mempunyai berbagai kegiatan rutin yang bertujuan untuk peningkatan ketaqwaan umat kepada Allah SWT, membina generasi penerus (anak-anak dan remaja), dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama kaum muslimin. Bentuk kegiatan yang telah dilakukan adalah Sholat berjama’ah setiap waktu, pengajian umum rutin setiap pekan, peringatan hari besar Islam, serta Taman Pendidikan Al Qur’an.
Tempat wudhu merupakan salah satu sarana utama masjid yang ditujukan untuk para jama’ah. Wudhu merupakan salah satu syarat sah sholat yang harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah sholat. renovasi tempat wudhu  di Masjid Istiqomah mesti segera dilakuan, mengingat  tempat wudhu yang ada sekarang tidak memadai.

Landasan

-        ”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (At Tahrim :6).
-        "Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki." (al-Maa'idah: 6)
-        ”Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)
-        ” Seorang yang selesai berwudhu dengan baik lalu mengucapkan dua kalimat syahadat, maka akan terbuka baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dia dapat memasuki pintu yang mana saja dia kehendaki.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
-        “ Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Tujuan

Memperbaiki fasilitas utama untuk kemakmuran masjid terutama renovasi pembangunan tempat wudhu untuk kenyamanan para jama’ah ataupun musafir.

Rencana Anggaran Biaya
1.    Pembersihan lahan                                  200.000
2.    Biaya galian sumur bor                         2.500.000
3.    Bangunan 3x5 m                                  5.000.000
4.    Peralatan                                             2.000.000
5.    Upah tukang dan pekerja                     2.500.000
6.    Konsumsi                                            1.000.000
7.    Dll                                                          500.000
Total                                                        13.700.000
Terbilang, (tiga belas juta tujuh ratus ribu rupiah).                                                    

Penutup

Demikian  naskah usulan Renovasi Pembangunan Tempat Wudhu Masjid Istiqomah Sawah pasir, Nagari Salayo, Kec kubung, Kab Solok. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah kepada kita dan amal serta kebaikan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh kaum Muslimin. Amin.. Pengurus  Masjid  tertanda :      
           Ketua                                                                     Sekretaris                                                                      
               
( Sahir Dt Pito Arek )                                           ( Muhammad Edison ) 

E-book Gratis

  •